Thursday, December 8, 2022

Bombastis ! Prediksi Harga Bitcoin 2023 Tembus 1M ?

 


Digigacha.com, jakarta - Tim Draper memprediksi bitcoin akan menyentuh angka USD 250.000 (Rp 3,6 miliar) per koin pada tahun 2023 quartal akhir. Komentarnya mencuat di tengah guncangan industri tahun ini oleh kegagalan dan penurunan harga industri.


Sebelumnya, Draper memperkirakan bitcoin akan mencapai USD 250.000 pada akhir 2022, tetapi pada awal November, pada konferensi teknologi Web Summit di Lisbon, dia meralat dan mengatakan untuk mencapai angka tersebut akan memakan waktu hingga quartal terakhir tahun 2023.


Dia menegaskan kembali perkiraannya ini pada Sabtu (3/12/2022) ketika ditanya tentang perasaannya akan keputusan harga setelah jatuhnya FTX. 

“Saya telah memperpanjang prediksi saya selama enam bulan. USD 250.000 masih menjadi keyakinan saya,” kata Draper kepada CNBC, dikutip Rabu (7/12/2022). 

Bitcoin perlu mengumpulkan hampir 1.400 persen dari harga saat ini di sekitar USD 17.000 agar prediksi Draper menjadi kenyataan. Cryptocurrency telah anjlok lebih dari 60 persen sejak awal 2022.

Mata uang digital lesu karena kebijakan moneter yang lebih ketat dari Fed dan reaksi berantai dari kebangkrutan di perusahaan industri besar termasuk Terra, Celsius dan FTX.


Kematian FTX juga memperburuk krisis likuiditas yang sudah parah di industri. Pertukaran kripto Gemini dan pemberi pinjaman Genesis adalah beberapa perusahaan yang dikatakan terkena dampak dari kebangkrutan FTX.


Minggu lalu, investor veteran Mark Mobius mengatakan kepada CNBC, bitcoin bisa jatuh ke USD 12.000 tahun depan, lebih dari 50 persen terjun dari harga saat ini.

Meski demikian, Draper yakin bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, akan naik di tahun 2023.


DisclaimerSetiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisa sebelum membeli atau menjual aset Kripto. digigacha.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.


Dalam sebuah catatan berjudul "Kejutan pasar keuangan tahun 2023", Standard Chartered, Bank Standard Chartered memprediksi harga Bitcoin bisa jatuh hingga USD 5.000 atau sekitar Rp 77,5 juta tahun depan dalam kejutan pasar. dikutip dari Liputan6.com


Jika level itu tercapai, itu akan menandai penurunan sekitar 70 persen dari harga Bitcoin saat ini yang berada di kisaran USD 17.000 (Rp 263,7 juta) untuk satu bitcoin.


“Semakin banyak perusahaan kripto dan pertukaran menemukan diri mereka dengan likuiditas yang tidak mencukupi, yang menyebabkan kebangkrutan lebih lanjut dan jatuhnya kepercayaan investor pada aset digital,” kata Robertsen, dikutip dari CNBC


Bitcoin telah jatuh lebih dari 60 persen tahun ini setelah serangkaian proyek dan perusahaan terkenal runtuh. Korban terbaru dan terbesar adalah pertukaran cryptocurrency FTX yang telah mengajukan kebangkrutan. Penularan dari kejatuhan FTX terus menyebar melalui pasar.


Penurunan harga bitcoin juga akan bertepatan dengan reli emas, kata Robertsen, dengan alasan logam kuning berpotensi naik 30 persen menjadi USD 2.250 per ons. Robertsen mengatakan emas dapat memantapkan dirinya kembali sebagai tempat yang aman untuk berinvestasi.


Sebelumnya, pendiri Mobius Capital Partners, sekaligus investor veteran, Mark Mobius, membagikan prediksi harga bitcoin terbarunya dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg. Investor veteran itu mengatakan target berikutnya untuk bitcoin adalah USD 10.000 atau sekitar Rp 157,3 juta. Dia juga mencatat cryptocurrency terlalu berbahaya baginya untuk menginvestasikan uangnya sendiri atau uang kliennya.


“Kripto akan tetap ada karena ada beberapa investor yang masih mempercayainya. Sungguh menakjubkan bagaimana harga bitcoin bertahan,” ujar Mark dikutip dari Bitcoin.com


Ini bukan pertama kalinya Mark Mobius menyebutkan USD 10.000 sebagai target harga bitcoin. Pada Mei 2022, dia menyarankan investor untuk tidak membeli saat penurunan dan memperingatkan pasar masih memiliki kemungkinan untuk jatuh. 


Pada November tahun lalu, dia mengatakan banyak orang melihat cryptocurrency bukan sebagai sarana untuk berinvestasi tetapi sebagai sarana untuk berspekulasi dan bersenang-senang.


Mark tidak sendirian dalam berspekulasi harga bitcoin turun menjadi USD 10.000. CEO Doubleline Capital Jeffrey Gundlach, alias raja obligasi, mengatakan tidak akan terkejut sama sekali jika Bitcoin mencapai USD 10.000. 


Selain itu, ekonom Peter Schiff mengatakan bulan ini bitcoin masih memiliki jalan panjang untuk jatuh. Dia menilai BTC dapat jatuh hingga USD 10.000. Adapun, survei Bloomberg MLIV Pulse menunjukkan mayoritas dari hampir 1.000 investor yang merespons memprediksi harga bitcoin turun menjadi USD 10.000. 


Sementara itu, sebagian orang masih sangat optimis dengan harga BTC. Kapitalis ventura Tim Draper, misalnya, mengatakan awal bulan ini dia memperkirakan harga bitcoin akan mencapai USD 250 ribu (Rp 3,8 miliar) pada akhir 2023.

Previous Post
Next Post

0 comments: